7 Gaya Hidup yang Dilakukan Anak Muda Generasi Milenial

7 Gaya Hidup yang Dilakukan Anak Muda Generasi Milenial
admin
5 November 2018

7 Gaya Hidup yang Dilakukan Anak Muda Generasi Milenial

The Goo – Dewasa ini, semua hal yang berhubungan dengan generasi milenial selalu menjadi sorotan utama. Seperti gaya hidup, pendidikan serta cara berperilaku yang mereka miliki. Namun di antara semua itu, hal yang menyangkut gaya hidup generasi muda ini sering menjadi hal utama topik perbincangan. Sebenarnya, siapa saja yang termasuk dalam generasi milenial? Gaya hidup seperti apa yang biasa mereka lakukan sehingga sering menjadi sorotan?

Generasi milenial merupakan sebutan lain untuk Generasi Y. Mereka lahir dalam kisaran tahun 1980 sampai akhir 1999. Itu artinya, orang-orang tersebut merupakan para generasi muda yang berumur sekitar 38 sampai 19 tahun. Ciri khas yang mereka miliki ialah keberadaannya yang bersamaan dengan beredarnya internet, gawai serta teknologi tercanggih. Kemampuan mereka dalam mengoperasikan berbagai teknologi saat ini sudah sangat mumpuni dibanding generasi sebelumnya. Tidak heran, gaya hidup yang mereka miliki juga berbeda.

Agar lebih jelas, berikut merupakan 7 gaya hidup yang dilakukan generasi milenial yang perlu Anda ketahui :

Gaya hidup konsumtif

Pengaruh lingkungan dan pergaulan yang dimiliki generasi ini secara tidak sadar membuat mereka berkeinginan untuk memiliki gaya hidup yang tinggi. Apabila tidak, mereka akan merasakan tekanan secara batin karena merasa tertinggal dalam mengejar kemajuan teknologi dan trend. Hal tersebut yang menyebabkan timbulnya sifat konsumtif pada mayoritas pribadi generasi milenial.

Eksis di berbagai media sosial

Media sosial yang banyak terdapat di Internet merupakan salah satu hal yang dijadikan kebutuhan pokok generasi milenial. Media ini biasa mereka gunakan untuk mendapatkan informasi, menambah relasi, berkumpul dengan teman lama dan juga sebagai hiburan semata.

Gaya hidup produktif

Generasi milenial identik dengan generasi pemalas karena segala kebutuhan mereka saat ini dengan mudahnya dapat terpenuhi. Namun, Anda tidak perlu salah persepsi terlebih dahulu karena ternyata generasi yang satu ini merupakan kumpulan orang-orang produktif. Kemudahan dalam memproses segala sesuatu yang dibutuhkan serta lengkapnya fasilitas dan teknologi yang ada menjadi pemicunya. Mereka dapat dengan mudah melakukan segala aktivitas dalam rentan waktu yang singkat.

Penggemar transaksi non-tunai

Tidak diragukan lagi, generasi milenial juga mahir dalam melakukan transaksi non-tunai yang memanfaatkan keberadaan kemajuan teknologi. Demi praktisnya proses jual beli, mereka sering melakukan transaksi non-tunai yang dapat menghemat waktu dan dapat dilakukan di dimana saja.

Serba instan dan cepat

Keberadaan teknologi serba canggih merupakan hal yang familiar bagi para generasi milenial. Prinsip mereka tentang waktu adalah uang merupakan salah satu alasan generasi muda ini menyukai sesuatu yang serba instan. Mereka menghindari proses yang memakan waktu lama yang dapat mengganggu aktivitas dan kebiasaan mereka. Bagi para generasi sebelumnya, kebiasaan ini merupakan hal buruk karena para anak muda akan menganggap remeh arti penting sebuah proses.

Internet dan teknologi menjadi kebutuhan

Seperti yang telah dibahas, keberadaan internet yang mudah diakses dengan dukungan seperti majunya teknologi menjadi hal penting bagi kaum milenial. Keberadaan keduanya seperti candu yang harus ada pada keseharian generasi ini.

Tidak bisa jauh dari gadget

Tidak dipungkiri lagi bahwa gadget merupakan pegangan utama para generasi milenial. Pada gadget yang mereka miliki, mereka akan dengan mudah mengakses berbagai informasi dan juga melakukan aktivitas dalam satu waktu seperti hal nya bermain game Poker Online. Mereka juga sering menggunakan gadget yang sudah terkoneksi internet sebagai hiburan yang menemani di kala tidak memiliki banyak kegiatan.

Gaya hidup yang dimiliki generasi milenial saat ini memang sudah sangat melekat dengan kebiasaan mereka sehari-hari. Tidak jarang hal tersebut menjadi momok tersendiri bagi para generasi sebelumnya. Akan tetapi, selama generasi muda tersebut bisa mengendalikan gaya hidup mereka, bukan tidak mungkin keberadaan dan kebiasaan mereka membawa dampak baik kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *